Nama: Nurvirta Monarizqa

Angkatan: 2010

Program Studi: Teknologi Informasi

Konsentrasi: SI

Tempat KP: Nanyang Technological University Singapore

Cerita KP:

Ternyata kerja praktek tidak hanya bisa dilakukan di dalam negeri, namun juga luar negeri. Setelah mendapatkan informasi adanya program EEE-Research Attachment Programme (ERAP) – EEE adalah singkatan dari Electrical Enginering and Electronics – dari Pak Lukito, saya iseng mencoba mendaftar. Motivasi saya kala itu adalah karena memang saya tertarik di dunia riset sehingga ingin tahu bagaimana rasanya kerja di dunia riset, kebetulan saja kesempatan tersebut datang dari luar negeri.  Ohya, berbeda dengan KP pada umumnya yang hanya 1-2 bulan, ERAP mengharuskan kita untuk internship selama 3-6 bulan. Saya ambil minimumnya saja 3 bulan karena masih kuliah hehe…

 

Persiapan

Persiapan yang dibutuhkan tidak banyak: isi form, transkrip, CV, surat rekomendasi dosen. Senangnya, saya tidak harus mengumpulkan TOEFL! Secara emang sayanya nggak punya sertifikat TOEFL. Terus dikumpul semua dan dikirim ke Singapura. Seinget saya itu saya kirim 20 an Februari 2013. Karena syaratnya gampang, ngga saya sia-siain deh kesempatan satu ini. Terus berdoa, akhirnya tengah Mei saya dapatkan kabar bahwa saya qualified.

Nah ketika sudah qualified saya harus mengurus sesuatu bernama Training Employment Pass (TEP). TEP ini semacam “visa kerja”  karena saya statusnya DAPAT GAJI di Singapura. Ada form yang harus saya isi. Saya kemudian juga apply Student Card ke Student Service Center karena saya masih Student. Jadi lucu juga status saya di NTU itu siswa tapi juga sebagai tenaga kerja secara resmi . Nah sebelum TEP saya disetujui, saya diminta tidak pesen tiket pesawat dulu. Setelah TEP saya disetujui, saya baru bisa berangkat. Saya berangkat sendirian (tidak ada teman UGM lain) pada 5 Juli 2013.

cerita KP mbak mona.png

Biaya?

NTU sebagai employer tidak membiayai tiket pulang pergi, biaya hidup, ataupun mencarikan/ memberikan tempat tinggal sehingga memang saya harus mempersiapkan biaya hidup satu bulan pertama. Berita super baiknya, meskipun demikian, kami para intern ERAP digaji per bulan S$ 1,500 (sekitar Rp 14.000.000,00). Angka tersebut sangatlah besar buat jomblo yang tidak perlu menraktir pacar tiap malam minggu (compared to teman-teman exchange yang hanya mendapat S$ 400an). Juga, sangat cukup untuk biaya hidup di Singapur yang adalah kota termahal di dunia, itupun sudah plus senang-senang dan menabung.

 

Kerjaannya Ngapain Aja?

Sebulan pertama saya mendapat English Course untuk mempersiapkan kami para ERAP member yang nggak pake English di hari-harinya biar bisa pake English as a working language, juga tentang scientific writing. Ini sangat berguna banget buat saya hingga hari ini, karena banyak English Proficiency Test untuk kuliah lanjut ada writing test nya seperti TOEFL IBT, GRE, IELTS, dll.

Terus secara kerjaan beneran, kerja saya riset di bidang Image Processing. Prof saya, Bu Pina (dari Kanada), memiliki startup di bidang woodcarving dan sedang mengembangkan woodcarving secara otomatis dari sebuah objek real 3D. Saya bekerja di dalamnya. Saya kerja di lab bernama Media Technology Lab. Labnya besar dan dihuni beberapa orang. Laborannya juga ramah. Research group kami terdiri dari beberapa orang dengan kewarganegaraan bermacam-macam seperti Cina, India, Singapura, Vietnam, dan Pakistan. Semuanya sedang ambil Ph.D hahaha…. jadi saya junior sendiri.

Yang saya suka dari bekerja di tempat ini adalah kita tidak ada jadwal “saklek” mau berangkat dan pulang jam berapa (kecuali ada janjian dengan supervisor). Juga, terserah mau pakai baju apa. Saya sering melihat mahasiswa tingkat akhir nongkrong di lab ini hanya dengan kaos dan hotpants, padahal AC nya super dingin. Singaporean Logic.

cerita KP mbak mona3.png cerita KP mbak mona2.png

Benefit

Ada buanyaaaaaaaaaak sekali keuntungan yang saya dapatkan ketika KP di sini dan mungkin tidak akan saya dapatkan ketika KP di dalam negeri, diantaranya:

1.      Punya temen banyak dari mana-mana

Singapur ini super poli, orang dari mana-mana ada. ERAP member juga dari mana-mana. Kami bisa saling bertukar pengalaman dan ilmu, sehingga jadi tahu “O… Negara X sedang ngembangin ini, negara Y kuat di ini” dan sebagainya. Selain itu, kita juga terbuka jendela informasinya ke banyak kesempatan berkarir dan berkarya di luar negeri, seperti Singapura dan Amerika. Dan ternyata itu sebenarnya nggak sesusah yang kita bayangkan. Saya sendiri setelah pulang KP jadi sering ditawari pekerjaan di Singapore oleh teman, atau dimintai tolong mencarikan mahasiswa Indonesia yang mau mengerjakan projek perusahaannya atau menjadi karyawan disana. Tentu dengan gaji luar negeri.s

Keuntungan paling asyik buat saya adalah ketika saya ke suatu negara tertentu di kemudian hari, saya ada “tebengan bobo” hehe… Contohnya ketika saya ke Singapur lagi setelah periode KP ini, saya tidak perlu cari hotel karena bisa menginap gratis di kamar teman. #irit #sukanyagratisan #biarin.

cerita KP mbak mona6.png

2.      Kuliner dari segala macem negara ada

Dan affordable. Dan banyak yang halal. Di NTU ada satu kantin yang makanannya halal semua dari western, Chinese, Korean, sampe nasi Padang. Mengejutkannya, harganya relatif sama. Mana yang kamu pilih kalo gitu? :p

cerita KP mbak mona4.png

3.      Capek kerja, bisa diobati dengan weekend ke tempat-tempat most wanted

Siapa yang nggak kenal Merlion, Little India, Chinatown, Orchard, Marina Bay, Gardens by The Bay, Singapore Flyer, Universal Studio Singapore. Semua bisa dijangkau dalam kurun waktu kurang dari 2 jam naik bus/ MRT. Apalagi di periode KP saya juga banyak acara menarik seperti F1. Tenang, gaji di ERAP lumayan banyak jadi bisa dipakai getaway ke tempat-tempat tersebut kok 😉

Kalaupun ngga mau belanja atau boros-boros duit, Singapur juga punya banyak taman gratisan semacam Botanical Garden, Mac Ritchie, Pulau Ubin, East Coast Park, atau menonton kembang api National Day Parade. Ajakin teman-teman sesama intern pasti jadi seru!

 cerita KP mbak mona5.png

4.      Kuliah S3 gratis di NTU

Di Singapore dan beberapa negara lain, biasanya Inggris dan bekas jajahannya, sangatlah mungkin untuk lulusan S1 langsung mengambil S3 (Ph.D) tanpa S2. Kesempatan itu pula datang untuk para peserta ERAP. Kami dipersilakan untuk mengambil tes EPT dan TPT (tes S3 NTU) secara gratis. Tesnya meliputi writing dan math. Setiap Ph.D student di NTU dicarikan biaya riset dan digaji minimal S$ 2,000 per bulannya.

Saya lolos. Tapi saya nggak ngambil Ph.D nya. Jangan ditiru ya.

Kesempatan ini sangat cocok buat teman-teman yang sangat berdedikasi pada riset. Inget, ini langsung Ph.D loh! Apalagi, EEE di NTU masuk 10 besar dunia untuk subject Electrical Engineering. Saya memutuskan untuk tidak mengambil karena saya lebih berminat untuk S2 dahulu saja. Ini preferensi masing-masing sih.

Tapi walaupun kita nggak ngambil Ph.D nya, KP di sini sangat berguna untuk teman-teman yang mau kuliah lanjut karena kita jadi punya kenalan Prof dan kita bisa minta rekomendasinya. Atau malah, dicarikan link ke sekolah lain di Amerika atau Eropa. Menyenangkan bukan?

 

Penutup

Menjalani kerja praktek di NTU sangatlah membuka wawasan. Saya berkenalan dengan banyak teman mahasiswa dari seluruh dunia dengan berbagai latar belakang pendidikan dan tentunya, sangat jago di bidangnya masing-masing.  Ini membuat saya melatih kepercayaan diri saya. Terlebih, kita akan mengalami era pasar bebas yang tentu menuntut kita untuk mengetahui bagaimana kapasitas dan kualitas sumber daya manusia dari negara Asean lainnya. Selain juga, tentu saya belajar banyak tentang riset di negara maju. Ternyata, saya sadar disitu bahwa kemampuan mahasiswa Indonesia sungguh tidak kalah dengan mahasiswa negara lain, negara maju sekalipun. Bahkan Prof saya sampe bilang ke saya ketika mau pulang, “Tolong ajak teman-teman yang lain ikut program ini ya, saya ingin lebih banyak lagi bekerja dengan siswa Indonesia. Saya puas dengan hasil kerja kalian (mahasiswa Indonesia)”.

:’)

Jadi tidak usah minder. Kita tuh MAMPU kok. Yang kita butuhkan adalah kemampuan untuk terus selalu belajar dan berkembang mengikuti perkembangan sekitar. Dan, satu lagi, kerja keras!

 

 

Ayo! Sharing pengalaman & cerita sewaktu KP (Kerja Praktek)

Kali ini, media KMTETI FT UGM akan memfasilitasi mahasiswa untuk berbagi pengalaman dan cerita saat menjalani Kerja Praktek. Tujuan kegiatan ini adalah sebagai tempat sharing dan mengetahui lebih lanjut tentang apa dan bagaimana kerja praktek yang sesungguhnya, agar para mahasiswa yang belum menjalani kerja praktek bisa lebih mengerti dan siap menjalani KP.

Format penulisan (ditulis dalam Ms. Word | .docx) :
– Nama
– Angkatan
– Program Studi
– Konsentrasi
– Tempat KP
– Cerita KP

File silahkan dikirimkan ke kmtetiftugm@gmail.com
dengan subjek Cerita Kerja Praktek
jangan lupa juga untuk melampirkan minimal 1 buah foto selama masa KP disana.

Cerita KP tersebut nanti akan dipublish melalui web ini agar dapat dibaca secara umum.

Ayo, ceritakan pengalaman KP mu segera!