Nama: Anisa Azis

Angkatan: 2011

Program Studi: Teknologi Informasi

Konsentrasi: Sistem Informasi

Tempat KP: PT. Garuda Indonesia, Tbk.

Cerita KP: Sharing ini didedikasikan untuk pihak-pihak yang membantu pelaksanaan KP kami baik langsung maupun tidak langsung. Semoga bermanfaat, selamat membaca 🙂

 

Kerja Praktik di PT. Garuda Indonesia: Keluar dari Zona Nyaman

Alhamdulillah satu setengah bulan kemarin, dari awal September sampai pertengahan Oktober saya diberi kesempatan merantau buat kerja praktik (KP) di Tangerang bersama mbak Nurjanah, partner kerja praktik saya.

Hari itu, Rabu 27 Oktober 2014 kami berangkat dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Saya yang saat itu baru aja selesai KKN dan baru dekat-dekatnya sama teman-teman KKN, harus rela pamit meninggalkan mereka di minggu terakhir KKN atas ijin Dosen Pembimbing Lapangan.

Sebenarnya di surat perintah dari jurusan kerja parktek kami tertanggal 1 September sampai 10 Oktober 2014. Tetapi karena pihak Garuda Indonesia yang mengurus administrasi magang meminta kami menemui beliau sebelum KP dimulai, kami memutuskan berangkat dari Jogja tanggal 27 Oktober 2014.

Hari Pertama di Tanah Orang

Agenda kami hari ini ke Garuda Indonesia Training Center yang terletak di Jakarta Barat. FYI, kosan kami masuk di Tangerang jadi terpaksa banget harus naik taksi. Namanya juga baru dateng ke Ibukota, kami belum tahu nomer siapa-siapa disana selain nomernya mbak kos apalagi taksi untuk sekedar reservasi. Jadi kami memutuskan dari kosan jalan kaki sampai pangkalan/pool taksi. Pool taksi terdekat ada di dekat gerbang utama Perum Bandara Mas. Jalan dari kosan sampai sana kira-kira butuh waktu 15 menit. Begitu sampai pangkalan taksi, kami langsung dihampiri bapak-bapak yang mangkal taksi disana.

“Taksi neng? Kemana?” tanya salah satu sopir. Awal-awal kami pura-pura nggak lagi nyari taksi gitu dan sok-sok nggak denger. Selang beberapa menit, bapaknya tanya lagi.

“Mau kemana si eneng?”

“Ke GITC di Duri Kosambi, Pak,” jawab mbak Nurjanah.

“Kayanya saya kesana. Yang deket *maap lupa namanya* itu bukan?” bapaknya tanya lagi.

“Iya, Pak,” jawab mbak Nurjanah. Selama disini kami dituntut sok tau meskipun sebenernya nggak tahu. Buat jaga-jaga aja biar nggak dikerjain sama sopirnya. Soalnya banyak cerita beredar kalau kita pasang muka bingung nanti diputer-puterin sama sopirnya dan akibatnya argonya jadi mahal.

Akhirnya kami naik taksi biru itu dengan sopir yang berbeda, nggak sama bapaknya tadi. Kayanya bapaknya tadi semacam yang mengatur sopir-sopir lain. Namanya juga anak IT, begitu taksi berjalan langsung buka Google Maps dan menyalakan navigasi di handphone. Awalnya kami nggak buka-bukaan ke sopir taksi kalau kami pake google maps. Akhirnya bapaknya pun tahu karena ternyata bapaknya nggak tahu pasti letak GITC dan kami selalu komentar saat bapaknya belok di jalan yang nggak sesuai navigasi di Google Maps. Sampai di GITC yang letaknya udah masuk di Jakarta Barat, argo menunjukkan angka 70rbuan, artinya nggak sampai Rp 100.000. Alhamdulillah… Padahal tahun lalu, salah satu kakak angkatan juga ke GITC pake taksi habis lebih dari 100ribu untuk sekali jalan.

Garuda Indonesia Training Center inilah tempat pilot, pramugari, dan pegawai lainnya diberi pelatihan sebelum terjun ke bidangnya masing-masing. Sampai disana kami cari letak kantor Pak Aziz yang mengurus administrasi magang. Ruangan beliau menyatu dengan perpustakaan GITC yang didesain dengan interior minimalis. Setelah memperkenalkan diri, beliau membuatkan kami nametag yang harus selalu dipakai selama kerja praktek, memberikan lembar presensi, lembar tata tertib, dan lembar penilaian yang diisi oleh mentor pada akhir kerja praktik. Selain itu, beliau juga membuatkan kami surat pengantar yang harus kami serahkan ke salah satu pegawai senior yang bertugas di salah satu unit IT di Garuda Indonesia, Gedung Garuda City Center (GCC).

Dari GITC kami langsung meluncur ke kantor Garuda Indonesia, tepatnya di GCC untuk menemui beliau. Ternyata beliau baru bisa kami temui setelah jam makan siang. Berhubung jam sudah menunjukkan pukul 11.30 sambil menunggu, kami putuskan makan siang di kantin GCC yang ada di basement. Ketika melihat-lihat menu yang dijual di beberapa warung di kantin, tiba-tiba dari kejauhan ada bapak-bapak pegawai Garuda yang memanggil kami.

“Magang ya, Dek? Sini duduk bareng saya aja,” ujar Pak Dedi.

“Iya, Pak. Terimakasih,” jawab saya dan mbak Nurjanah sambil menarik kursi.

“Sana kalian ambil makan di warungku. Nggak usah bayar.”

“Beneran, Pak? Wah, terimakasih banyak, Pak,” ujar kami gembira.

Alhamdulillah, nggak nyangka dapet makan siang gratis lewat Pak Dedi. Sambil makan siang, kami saling bertukar cerita. Ternyata beliau sedang mempraktekkan ekonomi syariah, bidang yang ditekuni salah satu anaknya di salah satu universitas di Jawa Timur, melalui warungnya. Saat azan Dhuhur berkumandang, Pak Dedi mengakhiri obrolan kami dan menuju masjid At-Taqwa.

Untuk pertimbangan penempatan unit kerja praktik, ternyata kami diminta mengirimkan CV dan bidang yang ingin ditempati. Di kosan, kami sempat dirundung kegalauan. Kalau dipikir-pikir lagi proses pengiriman CV ini seperti kembali ke proses awal mengurus KP. Apalagi belum bisa dipastikan kapan informasi penempatan unit kami keluar. Kami akhirnya menghubungi Pak Joko Susanta, salah satu alumni JTETI yang bekerja di Garuda Indonesia. Pak Joko meminta kami langsung menemui beliau pada hari Senin.

Hari Pertama Kerja Praktik

Minggu pertama kerja praktek tiba. Dari kosan ke kantor kami jalan kaki sekitar 30 menit, menuju Gedung QX, di Garuda Sentra Operasi (GSO). Atas petunjuk Pak Satpam, kami naik ke lantai tiga tempat unit Pak Joko berada. Sampai disana Pak Joko masih menghadiri meeting atau fly high, sebutan meeting setiap Senin pagi bersama seluruh karyawan, sehingga kami harus menunggu beberapa menit. Pak Joko menemui kami begitu fly high selesai dan memperkenalkan dua karyawan muda yang akan menjadi mentor kami selama satu setengah bulan ke depan, Pak Gusti dan Pak Purwa.

“Wah, nambah jumlah orang yang bisa ngomong Jawa nih,” ujar Pak Gusti gembira begitu tahu kami dari Jogja.

Sedikit cerita tentang dua mentor kami, Pak Gusti juga alumni JTETI angkatan 2003. Ternyata istrinya pun alumni JTETI angkatan 2005. Bulan Oktober lalu, anggota keluarga Pak Gusti bertambah, istrinya melahirkan adik perempuan untuk Athar, putra Pak Gusti yang pertama. Mentor kami yang kedua adalah Pak Purwa. Pak Purwa alumni Politeknik Bandung angkatan 2009. Meskipun terbilang belum genap satu tahun ada di Garuda, beliau khatam banget masalah per-query-an SQL, pengolahan data, dan representasi data. FYI, ternyata Pak Purwa kelahiran tahun 1992 alias sebaya dengan kami berdua. Hari-hari pertama kerja praktek beliau selalu protes kalau dipanggil bapak. Tapi lama kelamaan beliau pasrah dengan panggilan barunya. Hihihi…

Apa saja yang kami lakukan selama kerja praktik?

PT. Garuda Indonesia menerapkan lima hari kerja seperti kantor-kantor lainnya di Jakarta. Setiap hari masuk dari pukul 07.30 sampai 16.30 hari Senin-Kamis dan khusus hari Jumat pukul 17.00. Minggu pertama kerja praktek, agenda utama kami adalah orientasi dengan lingkungan kantor. Kami dijelaskan database apa saja yang bisa kami gunakan dan dikenalkan dengan istilah-istilah di dunia penerbangan khususnya yang ada di database. Selain itu, dengan dibantu Pak Purwa dan Pak Gusti, kami melakukan observasi apa yang bisa kami bantu kerjakan di unit Sales Intelligence and Performance Control. Awalnya kami diminta memilih sendiri satu dari tiga pilihan tugas yang akan kami kerjakan. Tapi akhirnya Pak Gusti dan Pak Purwa meminta kami membuat query SQL untuk monitoring penjualan tiket. Data dari SQL itu nantinya akan direpresentasikan menggunakan software business intelligence Spotfire. Minggu berikutnya kami mulai belajar dan mulai membuat query serta beradaptasi dengan software Spotfire.

Lingkungan selama Kerja Praktik

Selama kerja praktik banyak hal lucu yang terjadi. Di unit kami, pegawai disana mengenal kami sebagai Anisa Satu dan Anisa Dua karena nama kami sama-sama Anisa.

“Biar pointernya gampang,” ujar Pak Purwa.

Hari yang paling menyenangkan saat ada yang ulang tahun atau baru pulang dari luar negeri dan membawa oleh-oleh makanan khas sana. Contohnya saat salah satu Vice President berulang tahun, kami kebagian sepotong Cheese Cake yang super enak. Br**d Talk aja lewat! Jadi selama satu setengah bulan kami disana dapet tiga kali syukuran ulang tahun. Lain lagi kalau ada karyawan yang baru pulang dari luar negri. Mereka biasanya bawa oleh-oleh makanan yang aneh-aneh dan enaaak. Salah satunya waktu ada yang pulang dari Taiwan dan bawa kue bulet warnanya ungu. Itu enak banget.

Selain Pak Purwa dan Pak Gusti, kami juga kenal dekat dengan Mbak Linda dan Bu Farida. Mbak Linda, sekretaris unit yang cantik, berpostur tinggi, dan asli Bandung yang selalu wira-wiri mengatur jadwal dan ruangan untuk pegawai-pegawai yang akan rapat maupun presentasi. Pernah dengar Uee anggota girlband k-pop After School? Waktu pertama kali ketemu Mbak Linda, otak saya langsung bilang Mbak Linda mirip Uee. Hihihi…  Bu Farida, salah satu pegawai senior yang berasal dari Malang yang punya pembawaan humoris dan berjiwa muda banget. Nggak heran beliau sangat dekat dengan pegawai-pegawai muda di dua deretan meja paling selatan termasuk meja kami. Ada aja yang bikin ketawa kalau beliau datang di deretan meja selatan. Entah cerita tentang dirinya atau candaan tentang Karima *pegawai bule yang sering dateng ke unit* yang sering beliau ajari ngomong Bahasa Indonesia. Atau saat kami berempat, saya, mbak Nurjanah, Bu Farida, dan Pak Gusti ngobrol pake bahasa Jawa padahal disebelah pak Gusti ada Pak Purwa yang cengo karena nggak paham bahasa Jawa. Hihihi…

Pernah Bu Farida iseng memanggil saya dan mbak Nurjanah, “Anisa satu! Anisa dua!” dan spontan saya jawab dalam Bahasa Jawa, “Dalem, Bu?” Tiba-tiba mbak Linda yang kebetulan ada di deretan meja depan kami menyeletuk, “Kok dalem sih, Bu? Kenapa nggak di luar?” Sontak kami berempat tertawa. Seumur-umur belum pernah dengar pertanyaan kaya gitu.

Lingkungan unit yang menyenangkan membuat kami nyaman terutama saat kami menghadapi masalah dalam pembuatan query dan representasi data. Tidak terasa satu setengah bulan bergulir sangat cepat dan tibalah hari terakhir kami bera da di sana. Tepat pukul 11.00 kami dijadwalkan untuk presentasi dihadapan dua petinggi unit Sales Intelligence and Performance Control, Pak Joko dan Pak Ali. Dengan dibantu Pak Purwa dan Pak Gusti, alhamdulillah kami bisa melakukan presentasi dengan baik meski masih banyak hal yang perlu kami perbaiki. Surprisingly, presentasi kami ditutup dengan makan siang sambil mengobrol santai bersama Pak Gusti, Pak Purwa, Pak Joko, Pak Ali, dan Mbak Linda.

Sore pun menjelang, kami pun berpamitan dengan semua pegawai yang ada disana, yang telah membantu kami baik secara langsung maupun tidak langsung. Teriring banyak doa yang mengalir saat kami berpamitan. Semoga saya dan mbak Nurjanah diberi kesempatan main ke unit lagi. Aamiin…

Satu tahap telah selesai. Esok kami harus ke GITC lagi untuk mengambil sertifikat magang dari PT. Garuda Indonesia sebagai tanda resmi telah berakhirnya masa kerja praktik kami.

mbak anis.png

Dari kiri: Pak Joko, saya, mbak Nurjanah, Pak Purwa, dan Pak Gusti

Ayo! Sharing pengalaman & cerita sewaktu KP (Kerja Praktek)

Kali ini, media KMTETI FT UGM akan memfasilitasi mahasiswa untuk berbagi pengalaman dan cerita saat menjalani Kerja Praktek. Tujuan kegiatan ini adalah sebagai tempat sharing dan mengetahui lebih lanjut tentang apa dan bagaimana kerja praktek yang sesungguhnya, agar para mahasiswa yang belum menjalani kerja praktek bisa lebih mengerti dan siap menjalani KP.

Format penulisan (ditulis dalam Ms. Word | .docx) :
– Nama
– Angkatan
– Program Studi
– Konsentrasi
– Tempat KP
– Cerita KP

File silahkan dikirimkan ke kmtetiftugm@gmail.com
dengan subjek Cerita Kerja Praktek
jangan lupa juga untuk melampirkan minimal 1 buah foto selama masa KP disana.

Cerita KP tersebut nanti akan dipublish melalui web ini agar dapat dibaca secara umum.

Ayo, ceritakan pengalaman KP mu segera!