Andika Widhi – Infokom

KMTETI Kepo kembali lagi. Isu kali ini adalah tentang DANUS KEPANITIAAN. Setiap kali kita mendengar kata DANUS (Dana Usaha), hal pertama yang terlintas tentunya adalah uang atau lebih tepatnya usaha untuk dapat uang. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam suatu kepanitiaan, dana adalah hal yang krusial. Terkadang, celoteh “uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang” dapat kita benarkan.

Yuk, mari kita simak hasil survei KMTETI Kepo #10 : DANUS KEPANITIAAN.

 

Apakah Anda setuju dengan cara kepanitiaan menggalang dana dengan usaha mandiri?

1.PNG

Terlihat bahwa kebanyakan responden setuju dengan usaha mandiri yang dilakukan kepanitian untuk mendapatkan dana. Hal ini diikuti dengan alasan antara lain perlunya dana tambahan untuk terselenggaranya acara dari suatu kepanitiaan, serta perlunya pelatihan mental dengan berwirausaha untuk memenuhi kebutuhan kepanitiaan. Dan yang terpenting adalah semangat kebersamaan dari tiap panitia sehingga suatu kepanitiaan akan berjalan dengan baik. Jika kebersamaan ini ada, dana kepanitiaan pasti akan terpenuhi.

Solusi lain dalam menggalang dana untuk kepanitiaan adalah sponsor. Setiap kepanitiaan perlu adanya sponsor. Dengan adanya sponsor, acara kepanitiaan bisa mendapatkan bantuan pengiklanan, bantuan dana, dan relasi antara JTETI dengan berbagai sponsor akan semakin luas.

 

Usaha untuk menggalang dana

2.PNG

Makanan yang diminati dalam usaha jual makanan

3.PNG

Terlihat bahwa usaha dengan jual makanan memiliki peminat yang lebih banyak dibanding dengan usaha lain. Tips: sebenarnya bukan usaha apa yang diminati tapi hal yang terpenting adalah seorang penjual mampu memperhatikan dan mempertimbangkan minat konsumen dan mampu menganalisis kelebihan dan kekurangan dari suatu usaha. Dengan memperhatikan hal tersebut, usaha apapun pasti dapat memenuhi kebutuhan dana kepanitiaan.

Beberapa tips menggalang usaha untuk dana kepanitiaan:

  1. Perhatikan lingkungan. Lingkungan, dalam hal ini, adalah lingkungan untuk melakukan usaha. Jika usahanya adalah jual makanan, maka perhatikanlah kebersihan makanan dan sampah pembungkus makanannya. Hal itu mungkin sepele tapi jika berkelanjutan dan tidak diperhatikan maka yang rugi adalah kita sendiri.
  2. Harga. Ini mungkin bisa menjadi dilema ketika menggalang dana. Harga dapat ditentukan dengan melihat untung–rugi barang tersebut dijual. Agar barang laku terjual, pahamilah target konsumen dan sesuaikan harga untuk konsumen tersebut.
  3. Metode pelaksanaan. Pelaksanaan penggalangan dana perlu memperhatikan waktu dan tempat dimana penggalangan dana tersebut dilakukan. Perlu diperhatikan apakah waktu pelaksanaannya tidak mengganggu waktu kuliah dan atau waktu istirahat. Tempat juga perlu perhatian. Apakah tempat pelaksanaannya mengganggu kepentingan umum atau tidak.
  4. Variatif dan inovatif. Kadang konsumen mudah bosan dengan barang jualan yang itu-itu saja. Hal ini dapat diatasi dengan menawarkan barang jualan yang lebih variatif dan inovatif untuk menarik minat konsumen. Contoh, untuk penjualan makanan, mungkin dapat ditambahkan berbagai jajanan yang lain daripada yang lain atau menggunakan cara pemasaran yang berbeda.