Kartini Rock It

Wanita dalam Teknologi Komunikasi dan Informasi

International Girls in ICT Day 2016 merupakan acara seminar internasional dalam memperingati hari Kartini di era berkembangnya teknologi masa kini. Acara ini diselenggarakan oleh Cisco dan ITU. Cisco adalah perusahaan peralatan komunikasi yang berbasis di California, Amerika Serikat. Cisco juga menjalankan kursus networking yang dikenal dengan Cisco Networking Academy. ITU (International Telecommunication Union) adalah badan khusus PBB yang bertanggung jawab untuk teknologi informasi dan komunikasi. ITU bekerja untuk meningkatkan infrastruktur telekomunikasi di negara berkembang dan menetapkan standar di seluruh dunia. Tema yang diangkat dalam acara International Girls in ICT Day 2016 adalah Kartini Rock IT. KM TETI FT UGM melakukan kerja sama dengan ITU dan Cisco dalam menyelenggarakan acara Kartini Rock IT. International Girls in ICT digelar setiap tahun yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan global yang menarik minat khususnya wanita untuk mengembangkan karir di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Peserta seminar internasional dihadiri oleh Mahasiswa IT dari seluruh Jogja dan juga para murid SMA / SMK. Pembicara dalam seminar internasional diisi oleh Ms Aurora Rubio dan juga Ms. Sekar Anindita. Ms. Aurora Rubio adalah head of ITU area South East Asia. Beliau bergabung dengan ITU pada tahun 2005 dan memiliki pengalaman bekerja dalam mempromosikan pengembangan telekomunikasi. Ms. Aurora telah mengimplementasikan inisiatif dan proyek bekerja sama dengan organisasi regional dan internasional antara lain ASEAN, UNESCAP, UNICEF, WHO, APT dan masih banyak lagi. Ms. Sekar Anindita adalah HR Manager Cisco Indonesia. Beliau bergabung dengan cisco pada bulan Oktober 2013. Ms. Sekar memiliki banyak pengalaman sebelumnya antara lain di bank Indonesia, PT Bakrie Toll Road dan juga Hewlett-Packard.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Gadjah mada secara bersama. Dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Sri Suning Kusumawardani yang mengharapkan para peserta dapat mengubah pemikiran bahwa IT tidak hanya untuk para pria, namun juga untuk para wanita. Pembicara pertama diisi oleh Ms. Aurora Rubio yang membahas pentingnya mendorong para wanita di sektor ICT. Alasan utamanya adalah karena adanya kesempatan kerja di sektor ICT. Perempuan yang berkualitas dibidang teknis memiliki peluang yang signifikan. Karir di ICT memungkinkan perempuan dapat menggunakan kreativitas mereka. Dengan 95% dari pekerjaan membutuhkan keterampilan digital , perempuan menjadi sangat penting. Alasan kedua adalah perusahaan ICT mempromosikan wanita karena keragaman tenaga kerja , lebih baik dalam berbisnis. Banyak perusahaan mencari perempuan disektor ini karena dapat meningkatkan kinerja keuangan. Alasan ketiga adalah mendukung pendidikan perempuan di sektor ICT untuk mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Pembicara kedua diisi oleh Ms. Sekar Anindita yang membahas potensial dari para wanita. Para wanita bekerja didasari oleh 2 alasan. Alasan pertama adalah ekonomi, dimana wanita butuh untuk menguatkan perekonomian keluarganya. Dan alasan kedua karena wanita sekarang memiliki kesempatan untuk belajar. Kandidat pekerja yang dicari oleh perusahaan ada 33 yaitu kompetensi, dapat beradaptasi dan culture fit.

Acara selanjutnya adalah pemilihan baju terbaik. Dengan mengusung dresscode batik atau pakaian adat , dipilih 5 pasang peserta dengan pakaian terbaik. Acara dilanjutkan dengan webinar yaitu seminar melalui website secara langsung yang diisi oleh Joodie Fox Co-founder shosofprey.com dan Shraddha Chaplot machine engineer at cisco system. Joodie membahas teknologi yang membantu dalam menampilkan gambar 2D dengan informasi sehingga semua orang dapat mendesain sepatu sendiri.Sedangkan Shraddha Chaplot membahas teknologi 3D printing untuk membuat objek secara nyata.

Dengan adanya acara International Girls in ICT Day 2016, kami mengharapkan adanya perubahan pemikiran mengenai teknologi informasi dan komunikasi dapat dikerjakan tidak hanya pria namun wanita juga. Harapan lain ialah acara ini dapat menarik minat para perempuan untuk bekerja di sektor ICT.