Acara “Golden Concert” dengan bintang utama Raisa menutup rangkaian Ulang Tahun Emas JTETI, Sabtu 23 November 2013 lalu di halaman KPFT. Penyanyi solo kelahiran Jakarta, 2 Juni 1990 ini membawakan sembilan buah lagu, di antaranya Apalah Arti Menunggu, Melangkah, Pergilah, Serba Salah, Terjebak Nostalgia, dan Could It Be Love.

Tak hanya konser Raisa saja. Ada beberapa acara yang memeriahkan konser ini, yaitu pemecahan rekor MURI, talk show alumni JTETI, dan peluncuran buku. Ada juga pemutaran video review acara-acara lustrum serta pemutaran video sejarah JTETI.

DSC_0740

 

 

 

IMG_4194

 

 

Rekor MURI yang dipecahkan adalah cermin dengan citra LED tak hingga terbesar. Di dalam cermin, dapat terlihat Tugu Jogja dengan puncak golong gilig. Alat ini menggunakan konsep dua buah cermin, yakni cermin biasa dan cermin dua arah, dengan salah satu sisinya berfungsi sebagai cermin sedang sisi lain berfungsi seperti kaca/jendela. Sehingga, gambar tugu yang seharusnya hanya satu akan terlihat banyak hingga tak terhingga.

Sementara itu, ada dua buku yang di-launching. Buku pertama adalah buku kenangan 50 tahun JTETI. Buku kedua adalah hasil diskusi Sarasehan tanggal 16 September 2013 lalu dengan tema “Menuju Keamanan dan Kemandirian Suplai Energi Listrik”. Buku ini akan disebar ke instansi terkait, anggota DPR, serta para stakeholder di Indonesia. Mahasiswa sendiri bisa mendapatkan softcopy buku ini secara gratis. “Buku ini akan kami buat PDFnya sehingga bisa didapatkan secara gratis,” ungkap Bapak Sarjiya, Ketua Jurusan TETI.