Technocorner – Line Follower Competition telah berlangsung Sabtu dan Minggu (12 – 13 Maret 2016) lalu. Berlangsung di dua tempat, di Kantor Pusat Tata Usaha Fakultas Teknik pada hari Sabtu dan di Grha Sabha Pramana pada hari Minggu. Line Follower tidak hanya diikuti oleh mahasiswa, siswa SMA/K pun turut serta dalam kompetisi yang diikuti oleh 160 tim se-Indonesia ini.

Line Follower merupakan salah satu rangkaian acara Technocorner 2016. Acara ini dibagi menjadi 5 tahap: sesi penyisihan, 64 besar, 32 besar dan babak final. Hari Sabtu pukul 08.00 WIB, sesi penyisihan dimulai dengan mempertandingkan 160 tim. Terdapat 42 pertandingan pada tahap penyisihan hingga pukul 12.30 WIB.

Penyisihan tidak berakhir sampai di situ. Pukul 13.15, setelah berakhirnya ISHOMA, pertandingan menuju 64 besar dilanjutkan. Setiap tim kembali memperoleh kesempatan bertanding untuk menentukan jarak terjauh yang digunakan untuk menentukan tim – tim yang akan lolos ke babak selanjutnya. Hingga pukul 16.00 WIB, penyisihan babak kedua dinyatakan berakhir.

Selang satu setengah jam, sekitar pukul 17.30, hasil pertandingan yang meloloskan tim – tim menuju 64 besar diumumkan sekaligus menjadi awal dimulainya babak 64 besar. Tim Ichibot Auctor, Panglima Zyromax, dan MAN Serpong menjadi tiga tim teratas yang lolos menuju 64 besar. Dengan lintasan yang sama dengan babak penyisihan, ke-64 tim kembali berlomba secara sportif. Tentunya setiap tim semakin meningkatkan pemahaman mereka akan kesulitan lintasan yang dihadapi serta belajar dari kesalahan sebelumnya. Tidak heran jika banyak robot – robot yang mencapai garis finish dengan hanya memakan waktu 30 detik saja.

Hingga pukul 19.30, pertandingan berakhir dan disusul dengan pengumuman tim – tim yang lolos menuju 32 besar. Para peserta yang lolos tersebut akan bermain pada hari kedua acara Technocorner, Minggu, 13 Maret 2016 yang bertempat di Grha Sabha Pramana UGM.

Hari 2

Line Follower Competition semakin panas di hari kedua acara Tehnocorner. Seleksi pertama yakni menyaring 32 team teratas menjadi 16 besar. Track yang digunakan semakin sulit dibanding penyisihan sebelumnya. Tak terelakkan, beberapa team harus mengakui kekalahan dan tak bisa melaju  ke babak berikutnya.

Tim akan bertanding sebanyak dua kali pada babak 16 besar. Dari hasil yang telah terakumulasi pada dua pertandingan akan dipilih 6 besar terbaik. Enam tim yang akan melaju ke final diantaranya: Panglima Zyromax, RDC_Panzer_Iskandar, Ichibot Auctor, Zyroplus, dan Prawiro Skanda.

Enam tim teratas akan bersaing ketat di babak final. Setiap tim akan bertanding satu sama lain. Jadi satu tim akan bertanding selama lima kali. Track menjadi lebih rumit dan terdapat beberapa rintangan berupa tanjakan. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang mana tidak ada satu-pun robot yang mencapai finish, terdapat beberapa tim yang mampu mencapai finish. Salah satunya robot tim Ichibot Auctor yang berkali-kali mencapai finish dengan waktu kurang dari satu menit.

Babak final yang berlangsung sengit melahirkan juara-juara terbaik se-Indonesia. Diantaranya, juara pertama berhasil diraih oleh tim Ichibot Auctor (Angga Priyatmoko) yang berasal dari Universitas Gadjah Mada. Disusul tim RDC_Panzer_Iskandar (Adi Iskandar) yang berasal dari Universitas Ahmad Dahlan. Juara ketiga diraih oleh tim Panglima Zyromax (Hendri Febriyanto) yang berasa dari STTN Batan. Juara terakhir dimiliki oleh tim Prawiro Skanda (Andika Enggal Ramadhan) yang berasal dari SMKN 2 Wonogiri. Terdapat penghargaan khusus untuk design robot terbaik dan diberikan pada tim X_PANZER99 (Ghagas Prabaswara) yang berasal dari SMAN 3 Madiun. Selamat bagi tim-tim terbaik se-Indonesia. Sampai jumpa di Technocorner 2017.