Telah dilaksanakan rangkaian acara Business School yang diselenggarakan oleh divisi Electropreneur Keluarga Mahasiswa Teknik Elektro dan Teknologi Informasi  Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (KMTETI FT UGM). Acara tersebut diselenggarakan selama dalam dua sesi yaitu pada Sabtu 21 April 2018 dan Jum’at 27 April 2018. Tema acara kali ini adalah Online Marketing dengan mendatangkan dua pembicara yang masih berstatus mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) yaitu Allan Tabriez R (TE 2017) dan Nanda Brillianto (TI 2015). Acara yang ditujukan untuk mahasiswa DTETI ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dengan praktisi bisnis yang sedang memulai usahanya agar mahasiswa memiliki semangat bisnis dan dapat mempersiapkannya dengan baik.

Pada sesi pertama Business School, banyak membahas pengalaman dari Allan Tabriez R dalam membangun bisnis jual rubik secara online. Berawal dari hobi memainkan rubik dan bergabung dalam komunitas rubik, akhirnya ia memulai merintis bisnis rubik di toko online miliknya. Dalam presentasinya, ia menyatakan bahwa sempat gagal dalam memulai bisnis di toko online pertamanya. Namun dengan evaluasi dan perbaikan dalam layanan dan informasi akhirnya bisnisnya mulai berkembang dan memiliki spesialisasi dalam perbaikan kualitas rubik bagi kompetisi. Bersama sang kakak, Allan menjalankan toko Onyx Cube yang hanya mengandalkan promosi lewat relasi antar komunitas dan kompetisi resmi. Onyx Cube menjalankan sistem pre order untuk rubik jenis baru dan mendatangkannya secara import dari luar negeri seperti Tiongkok dan Canada. Dengan model ini ternyata dapat menghasilkan banyak keuntungan tanpa modal dan resiko yang besar. Konsep layanan jasa peningkatan kualitas rubik yang dibangunnya juga tergolong baru di Indonesia sehingga mampu mendapat pasar dalam waktu singkat. Pada kesempatan ini ia juga membahas masalah pembagian waktu antara mengurus bisnis dan kuliah.

Sesi kedua yang diselenggarakan di ruang E5 DTETI dan membahas tentang Design Sprint. Design Sprint adalah metode pengambilan keputusan dalam tim yang ideal untuk startup agar mampu menjawab masalah masyarakat. Sebagai narasumber, Nanda Brillianto menyampaikan bahwa Design Sprint dapat menghasilkan solusi bagi sebuah tim secara tepat tanpa mengesampingkan ide anggotanya. Tahapan Design Sprint dimulai dengan menampung ide seputar masalah yang akan diselesaikan dari masing masing anggotanya. Dengan informasi selanjutnya kemudian disusun model solusi yang ditawarkan dalam model sketsa dan akan devoting oleh seluruh anggota tim. Pada akhir tahap Design Sprint, solusi yang dipilih akan divalidasi dengan berinteraksi langsung kepada calon konsumen atau user sehingga mengetahui urgensi masalah tersebut dan efisiensi dari solusi yang ditawarkan.

Dengan informasi yang telah disampaikan di Business School harapannya semakin menambah pengetahuan dalam persiapan memulai bisnis bagi mahasiswa. Media sosial dan e-commerce dapat menjadi peluang bagi mahasiswa dalam mengembangkan bisnis dan meningkatkan jangkauan pasar serta nertworking yang dibangun. Bisnis online juga menjadi solusi bagi mahasiswa karena tidak membutuhkan modal dan aset yang besar. Sehingga dengan diadakanya Business School ini harapannya mahasiswa mampu memanfaatkan media internet dalam marketing produk yang dihasilkan.