previous arrow
next arrow

Shadow
Slider

NESCO merupakan sebuah kompetisi tingkat nasional yang menitikberatkan pada kelistrikan tegangan tinggi. NESCO 2018 terdiri dari empat rangkaian acara yaitu Seminar Nasional, Career Talk, Video Competition, dan Paper Competition.

NESCO 2018 diselenggarakan oleh BSO Magatrika Keluarga Mahasiswa Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (KMTETI FT UGM). NESCO 2018 bertemakan ”Electricity for Humanity”. Career Talk NESCO 2018 kali ini mengusung tema “Plan Your Future, Catch Your Career” , acara ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 5 Mei 2018 yang bertempat di Ruang 2.1 KPTU FT UGM, mendatangkan Rahmat Ali Hakim, S.T., MBA (Operations Technica Authority Pertamina Hulu Energi ), Herman Huang, M.Sc., MBA (Founder of Herman Institute), dan Avrin Nur W, S.T., M.Eng (Dosen Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi) sebagai pembicara dan Ilham Muawwal Subhan sebagai moderator.

Peserta Career Talk NESCO 2018 mulai melakukan registrasi pada pukul 7 pagi. Acara dimulai pada pukul 08.00 wib dibuka oleh MC yaitu Nadia Jasmine Amaliah dan Athallah Acyuta Prama. MC menyapa para peserta Career Talk lalu dilanjutkan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Ihsan rahman selaku Ketua Panitia NESCO 2018, kemudian sambutan kedua oleh Bapak Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D (Ketua Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi) yang mewakili Bapak Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D. (Dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada). Kemudian dilanjutkan acara pembukaan NESCO 2018 secara simbolik oleh ketua NESCO 2018 dan Bapak Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D selaku perwakilan dari Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, dengan ini acara NESCO 2018 resmi dibuka selama dua hari.

Pada pukul 08.20 wib, MC menyambut dan membacakan CV dari moderator pada Career Talk hari ini yaitu Ilham Muawwal Subhan. Kemudian moderator memasuki ruangan dan memberi sedikit sambutan kepada para peserta. Setelah memberi sedikit sambutan moderator membacakan CV dari pembicara pertama yaitu Bapak Rahmat Ali Hakim, S.T., MBA (Operations Technica Authority Pertamina Hulu Energi ). Sesi pertama dimulai pukul 08.25 wib, dengan pembicara Bapak Rahmat Ali Hakim. Bapak Rahmat mulai dengan menceritakan perjalanan karir beliau. Setelah bekerja 1 setengah tahun beliau melanjutkan kuliah MBA. Lalu beliau melanjutkan karir beliau lagi di Pertamina sampai sekarang. Ilmu yang didapatkan beliau selama belajar walaupun sedikit dan hanya sebentar sangat membantu di dunia kerja. Kemudian beliau mulai meyampaikan materi dengan tema Plan dan Career. Planning adalah aktivitas apa saja yang akan kita lakukan sedangkan scheduling adalah kapan aktivitas tersebut (planning) dilakukan. Setelah itu beliau juga menjelaskan apa itu scenario planning. Scenario planning diawali oleh perusahaan Shell pada tahun 1970. Scenario planning adalah suatu scenario tentang apa saa yang mungkin terjadi pada rencana yang telah kita susun. Pada sesi ini beliau menceritakan penerapan scenario planning oleh perusahaan di dunia.  Kemudian beliau juga menjelaskan tentang perbedaan planning dan scenario planning yaitu pada planning hanya ada sau kemungkinan untuk rencana yang telah dibuat sedangkan pada scenario planning ada banyak kemungkinan seperti kemungkinan terburuk, kemungkinan terbaik dan kemungkinan paling baik. Dalam pembuatan scenario planning, kita harus tahu scenario yang ingin kita buat seperti apa lalu kompetensi dari diri kita apa saja juga harus diketahui, selain itu kita juga harus mengetahui visi kita ke depan itu seperti apa baru setelahnya kita dapat menyusun strategi yang akan dilakukan untuk ke depan.

Lalu dilanjutkan materi kedua dari Bapak Rahmat yaitu tentang career. Untuk menemukan karir yang baik untuk diri kita yang paling penting adalah mengenal diri kita sendiri berupa skill, interest, personality, dan values. Values adalah apa yang paling penting bagi diri kita misal kekayaan, status, independence, security, dan lain-lain. Interest adalah apa yang kita nikmati atau sukai misal fotografi, bermain basket, bersosialisasi, dan sebagainya. Skills merupakan bidang yang kita unggul di dalamnya. Work styles merupaka gaya kita dalam bekerja, work styles oleh Dr. John Holland dikarifikasikan menjadi tujuh yaitu realistic, investigative, artistic, social, enterprising, coventional. Selain menjadi seorang karyawan di suatu perusahaan kita juga dapat menjadi entrepreneur atau wirausaha. Untuk memulai suatu bisnis ada tujuh hal perlu diperhatikan yaitu key activities, key partners, key resources, cost, value proposition, customer relations, channel, customer segment, dan revenue. Pada pukul 09.40 wib penyampaian materi selesai, dilanjutkan tanya jawab dengan peserta hingga pukul 09.55 wib.

Setelah sesi pertama selesai dilanjutkan sesi kedua mulai pukul 09.56 wib. Sesi 2 diawali dengan pembacaan CV dari pembicara 2 oleh moderator yaitu Bapak Herman Huang, M.Sc., MBA (Founder of Herman Institute) Setelah Bapak Herman memasuki ruangan, beliau memberi sedikit sambutan kepada para peserta dan menceritakan sedikit tentang perjalanan karir serta studi beliau, beliau memulai karirnya di Schlumberger di Indonesia Lalu beliau memutuskan mengambil beasiswa untuk melanjutkan studi di MBA. Lalu beliau bekerja di Shell dan sekarang beliau menjadi seorang wirausaha. Lalu dilanjutkan pemberian materi dengan judul Plan Your Future. Beliau mengawali materi dengan berdiskusi dengan peserat tentang apa definisi dari perencanaan masa depan. Lalu Bapak Herman meminta peserta untuk menyampaikan hasil diskusi hasil diskusi yang dihasilkan antara lain sesuatu gambaran yang kita inginkan saat ini untuk masa depan, kita harus tahu kompetensi nya apa aja strategi yang harus dilakukan untuk masa depan.

Setelah melakukan diskusi sebentar dilanjutkan pemberian materi lagi, definisi dari merencanakan masa depan adalah mengetahui apa yang telah kita miliki sekarang dan kegiatan apa saja yang akan kita lakukan di masa depan serta apa yang sebenarnya ingin kita capai di masa yang akan datang. Bapak Herman juga menyampaikan bahwa tidak ada rencana yang sempurna dan perencanaan adalah sebuah proses. Proses ini harus kita nikmati lalu dalam proses ini juga kita harus be mindful, be persistent, dan be adaptive. Setiap momen di karir harus dinikmati walaupun situasi yang dialami sulit. Selain itu, kita harus sadar lingkungan, menyiapkan target yang realistis, memberi feedback, solider terhadap kolega (be mindful). Jangan hanya puas pada satu skill, karena perjalanan masih panjang jangan terpaku pada satu hal( be adaptive, continous improvement). Dan yang terakhir kita harus mencoba keluar dari comfort zone. Beliau juga menceritakan tentang bisnis yang dilakukan beliau, pada 2/3 tahun pertama beliau mengalami kerugian. Dalam melakukan sesuatu kadang ada orang-orang sulit. Orang-orang sulit adalah orang-orang yang tidak mendukung karir atau bisnis kita. Bapak Herman juga menjelaskan tentang generasi Y yang lahir pada tahun 90an , generai Y cenderung passion first, money second, wirausaha atau bekerja di perusahaan prestisius, menyukai fleksibilitas, pemimpin untuk mengarahkan bukan untuk mendikte. Materi kedua ini selesai pukul 10.45 lalu dilanjutkan tanya jawab hingga pukul 10.55 wib.

Pukul 10.56 wib acara Career Talk memasuki sesi ketiga sama seperti sebelumnya sesi 3 ini diawali dengan pembacaan CV dari pembicara ketiga yaitu Ibu Avrin Nur W, S.T., M.Eng (Dosen Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi). Materi yang disampaikan oleh Ibu Avrin kali ini berjudul Woman in Engineering. Di awal sesi ini Ibu Avrin menceritakan tentang studi yang telah ditempuh dan karir yang dijalani. Walaupun kita seorang wanita tapi kita harus tetap bisa berprestasi seperti Bu Susi, Bu Sri Mulyani, Bu Dwikorita. Sekrang ini stigma yang ada di masyarakat : kodrat wanita jadi ibu rumah tangga, konflik pekerjaan dan keluarga, dan lain-lain. Untuk menghilangkan stigma tersebut ada baiknya kita melakukan kiat-kiat wanita untuk berkarir : seimbangkan pekerjaan dan keluarga, komunikasi dengan pasangan, tahu batas, mendapat dukungan dari suami, anak, dan selalu ingat untuk menjaga diri sendiri.

Bu Avrin juga menjelaskan syarat-syarat menjadi dosen UGM, beliau juga menjelaskan tips mendapatkan beasiswa di luar negeri dan juga menjelaskan tentang tridarma sebagai dosen salah satunya pengabdian masyarakat. Untuk karir kedepan apa sih yg harus kita persiapkan? Yang perlu kita persiapkan adalah skills, personality, dan knowledge. Selain 3 hal tersebut kita juga harus mempersiapkan ketrampilan non teknis seperti komunikasi, leadership, analytical thinking, teamwork, integrity. Pada sesi ini Bu Avrin juga mengingatkan kita dalam menggunakan social media harus berhati-hati karena saat mencari pekerjaan sifat kita dapat dilihat bagaimana sikap kita dalam social media. Materi dari Bu Avrin ini selesai pukul 11.31wib lalu dilanjutkan tanya jawab hingga pukul 11.45 wib, berakhirnya sesi tanya jawab ini juga mengakhiri sesi ketiga, lalu ditutup oleh moderator.

Lalu acara kembali dibawakan oleh MC, dilanjutkan penyerahan plakat dan souvenir kepada moderator. Kemudian ada key notes dari Tim Semar dan Tim Arjuna UGM, pada key notes ini perwakilan dari kedua tim tersebut menjelaskan sedikit tentang apa itu Arjuna dan Semar. Selain itu, perwakilan tim Arjuna dan Semar juga mengundang peserta untuk mengikuti expo yang berisi semar dan arjuna. Arjuna sendiri adalah mobil listrik milik UGM sedangkan Semar adalah mobil hemat energi. Selesai nya penyampain key notes ini juga mengakhiri kegiatan Career Talk NESCO 2018 pada tanggal 5 Mei 2018, acara Career Talk selesai pada pukul 12.00 wib.

 

Yogyakarta, 16 Mei 2018

Amalia Rizqy