Pada Rabu, 29 Mei 2019, bertepatan dengan tanggal 24 Ramadhan 1440 H, Sie Kerohanian Islam (SKI) Al-Hannaan menggelar acara kajian dan buka bersama. Acara yang berlangsung dari pukul 16.15 hingga 18.00 ini terbuka untuk seluruh warga Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTETI FT UGM) di ruang E6 DTETI FT UGM. Acara ini diselenggarakan di ruang E6 DTETI FT UGM.

Sebelum dimulai, para peserta melakukan registrasi di meja registrasi untuk menerima kupon konsumsi buka bersama. Kemudian acara kajian dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci al Quran oleh mahasiswa, kemudian dilanjutkan kajian yang bertema meraih berkah di akhir Ramadhan. Kajian ini disampaikan oleh Ustadz Herbi Yuliantoro. Beliau menyampaikan bahwa salah satu hal yang baik adalah berdoa kepada Allah karena ini adalah wujud bahwa kita hanyalah hamba Allah yang tidak memiliki apa-apa. Doa juga merupakan salah satu ibadah yang paling mudah diamalkan dan merupakan senjata kaum muslimin dalam keadaan apapun. Hal ini sesuai denga perintah Allah dalam al Quran yang artinya: “Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina“. (QS. Ghafir/40: 60).

Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa agama Islam juga mengajarkan untuk membayar zakat fitr. Zakat fitr yaitu zakat yang sebab diwajibkannya adalah pada bulan Ramadhan. Rasulullaah mewajibkan zakat fitr ini berupa satu sha’ dari kurma, satu sha’ dari gandum, atau satu sha’ beras. Dan ini diwajibkan atas hamba (atas orang merdeka).  Dalam hadits Abdullah bin Abbas mengatakan  bahwa disyari’atkannya zakat ini untuk menyempurnahkan ibadah orang yang puasa dan untuk menyucikan ibadah puasa, dan untuk memberikan makanan untuk orang miskin. Zakat fitr ini paling afdol diberikan sebelum orang melaksanakan salat idul fitri.

Setelah beliau menyampaikan kajian, acara dilanjutkan dengan sesi pertanyaan. Pertanyaan yang disampaikan para peserta dan jawaban dari Ustadz Herbi adalah sebagai berikut:

  • Apakah boleh seseorang yang tidak berniat untuk ber-i’tikaf pergi ke masjid untuk melaksanakan ibadah salat wajib di masjid dan saat telah tiba di masjid (pada bulan Ramadhan) baru muncul niat untuk ber-i’tikaf dan kemudian ia ber-i’tikaf di masjid setelah muncul niat?

Jawaban : Boleh

  • Dikutip dari isi materi yang disampaikan Ustadz Herbi, “Zakat fitr ini paling afdol dibayarkan sebelum orang melaksanakan salat idul fitri”. Berdasarkan zona waktu terdapat perbedaan waktu, misal di Indonesia ada daerah yang WIB dan WITA yakni terdapat perbedaan waktu melaksanakan salat iedul fitri, maka kapan waktu yang paling afdol untuk memberi zakat fitr?

Jawaban : Ibadah terikat pada waktu, tempat, dll. Maka pernyataan zakat fitr paling afdol dikasih sebelum salat iedul fitri adalah sesuai dimana lokasi si pemberi zakat berada pada saat itu.

  • Kenapa kalau di luar Bulan Ramadhan saat tidak puasa, kita sering diingatkan oleh orang tua untuk makan tepat waktu? Karena kalau tidak makan bisa maag kambuh, sedangkan saat puasa kita bisa tahan untuk tidak makan

Jawaban : Begitulah keutamaan berpuasa, yang seharusnya kita sakit saat menahan lapar tetapi kita diberi kekuatan oleh Allah untuk bisa menahan rasa lapar, ditambah lagi bisa menghilangkan penyakit bukan mendatangkan penyakit.

Setelah acara kajian selesai, acara diakhiri dengan buka bersama. Para peserta mengambil makanan yang disediakan panitia dengan menukarkan kupon yang sudah didapat ketika registrasi. Kemudian para peserta berbuka bersama di ruang E6.

Yogyakarta, 16 Juni 2019

Damar Rizki Ananda