Aisya Nur Aulia Yusuf – Infokom

Sebagai salah satu rangkaian acara JTETI Kartinian, Sabtu, 26 April 2014 dilaksanakan sebuah seminar di Ruang Kuliah Transmisi dan Distribusi  dengan tema Etika Berbusana Bagi Mahasiswa. Seminar ini adalah rangkaian acara hari terakhir setelah sebelumnya, terhitung sejak 21 April 2014 JTETI menyelenggarakan sebuah acara bernama JTETI Kartinian untuk memperingati Hari Kartini. Seminar menghadirkan dua pembicara, yaitu Afif Ghurub Bestari, dosen Universitas Negeri Yogyakarta, dan Vina Sectiana, mahasiswi TI 2011. Afif Ghurub Bestari menyampaikan tentang tata cara berbusana yang pantas bagi seorang mahasiswa. Sedangkan Vina Sectiana menyampaikan tentang peran perempuan dalam industri teknologi.

IMG_6265

Afif menyebutkan bahwa ada beberapa etika yang harus ditaati oleh mahasiswa dalam berpakaian di lingkungan kampus. Beliau juga menekankan pentingnya kesan yang ditimbulkan oleh seseorang hanya dengan pakaian yang orang itu kenakan. Pertama adalah sopan. Pakaian sebaiknya tidak memamerkan bagian tubuh yang sensitive dan berkerah. Tidak disarankan juga mengenakan sandal jepit dan sejenisnya jika berada di dalam lingkungan kampus. Kedua, bersih dan rapi. Sebagai seorang mahasiswa, pakaian yang kita kenakan hendaknya sudah dicuci, tidak kusut dan wangi. Pakaian yang dikenakan di kampus juga harus sesuai dengan peraturan, tidak mengganggu orang lain yang melihatnya apalagi sampai menimbulkan kesan tidak nyaman. Penting juga untuk memperhatikan aksesori dan make-up yang kita gunakan. Jangan berlebihan sehingga tidak nyaman dipandang, khusus untuk make-up gunakan make-up yang bertujuan untuk kesehatan dan jangan sampai terlalu mencolok.

IMG_6219

Berbeda dengan Afif, Vina Sectiana menyampaikan tentang peran perempuan dalam industri khususnya teknologi. Peran laki-laki dianggap lebih menonjol daripada perempuan karena laki-laki dianggap lebih mampu menguasai teknologi. Tidak jarang hal ini membuat perempuan merasa minder sehingga tidak dapat mengolah potensi yang dimiliki dengan maksimal. Padahal di luar sana ada cukup banyak wanita yang dapat menguasai industry teknologi, sebut saja CEO Yahoo!, Marissa Mayer atau COO Facebook, Sheryl Sandberg. Dari Indonesia sendiri ada Salsabeela atau yang biasa disapa Ollie, owner maupun founder dari kutukutubuku.com, nulisbuku.com dan masih banyak lagi. Selain mengupas tentang berbagai kisah sukses perempuan di dunia teknologi, Vina juga memberikan beberapa tips bagi para perempuan agar bisa survive dan tidak kalah dari laki-laki antara lain memiliki rasa keingintahuan yang tinggi,  mau belajar dan mempraktekkan ilmu yang sudah didapat, selalu berusaha untuk mendengarkan kritik dan saran dari orang lain serta meningkatkan kemampuan, yang tidak kalah pentingnya adalah memiliki jaringan yang luas. Vina juga memberikan saran bagi perempuan yang belum menemukan passion mereka masing-masing yakni berani mengeskplor potensi dan mencoba berbagai hal baru. Harapannya, perempuan dapat menjadi salah satu pelopor perubahan dalam hal teknologi.

IMG_6260