Nourma Reizky Damayanti – Infokom

Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Jum’at (15/05), mengadakan acara sharing bersama alumni yang merupakan rangkaian acara dari Reuni Perak Angkatan ’90. Dalam acara sharing ini, JTETI mendatangkan tujuh pembicara yang akan menjelaskan mengenai Enterpreneurship dan Manajemen. Ketujuh pembicara tersebut adalah Laras Setyo Wibowo,S.T. (Chief Technology Officer Skype Mobile Money), Ami Fauzijah, S.T.,M.T. (Technopreneur, pendiri, guru, kepala sekolah dan tim penjamin mutu di lingkungan Muhammadiyah Mojokerto), Benhard Ambarita, S.T.,MBA (Owner restoran cepat saji Subway Singapura), Nurganda AR, S.T. ( Network Operation Senior Manager PT Citra Sari Makmur), Nurul Wikantyasning, S.T., M.T. (owner franchise usaha pendidikan dan parenting), Budi Rachman, S.T. (Project Leader & Senior Solution Architect Wipro Technologies,Melbourne,Australia) dan Arianto Muditomo, S.T., M.M. (Bank BNI-Gadjah Mada University Brach Yogyakarta Brach Manager).

Pembicara pertama adalah Bapak Laras, yang menjelaskan mengenai enterpreneur di bidang teknologi. Beliau memaparkan apa saja yang dibutuhkan utuk memulai suatu bisnis seperti bussiness plan, tim dan modal. Selain itu, untuk terjun ke dalam bidang bisnis teknologi yang luas diperlukan pula keberanian dan jangan pernah takut untuk gagal. Kita perlu mencari mentor, jaringan serta mencintai apa yang kita kerjakan untuk bisa menjadi enterpreneur yang handal.

Lain halnya dengan Bapak Laras, pembicara kedua yaitu Ibu Ami memaparkan bisnis dalam bidang pendidikan. Bu Ami merupakan pendiri sekolah swasta Muhammadiyah di daerah Mojokerto yang sekolahnya memiliki keunggulan dalam bidang IT seperti latar belakang Bu Ami. Beliau mengaku dalam membangun bisnis ini hanya bermodalkan nekat. Pendidikan sangat cocok digeluti oleh seorang wanita, karena wanita pada dasarnya adalah pendidik bagi anak-anaknya. Maka dari itu demi menyediakan sekolah Muhammadiyah bagi anaknya, Bu Ami bertekad untuk memulai membangun sekolah ini dari nol. Bu Ami menekankan bahwa sebagai seorang enterpreneur, dibutuhkan beberapa hal yang sangat penting yaitu kreatif dalam mencari modal, inovasi, kreatif dan istiqomah.

Teknologi dan pendidikan, masih bisa dikaitkan dengan latar belakang lulusan TETI. Namun, pembicara ketiga yaitu Bapak Benhard, berhasil keluar dari zona nyamannya dan kini sukses menggeluti bisnis franchise restoran cepat saji,Subway, di Singapura. Sebelumnya beliau bekerja di Nokia sebagai Senior Service Product Manager untuk Global Region atau seluruh dunia dan memulai bisnis franchise pada 2007. Beliau menjelaskan bahwa untuk mepelajari bisnis kita harus berani mempelajari konsep dasarnya. Selain itu beliau menjelaskan bahwa kita harus selalu berani, termasuk berani melakukan apa yang kita sukai. “Mau posisi apapun yang kalian kerjakan, jangan malu. Yang penting kalian suka dengan pekerjaan itu,” ujar Pak Benhard. Hal yang juga menarik, Pak Benhard menekankan bahwa dasar dalam memulai sesuatu adalah kita harus berani bermimpi, karena bermimpi itu gratis.

Motivasi untuk memulai suatu bisnis datang dari berbagai hal, seperti yang dialami Pak Nurganda. Beliau memulai bisnis setelah termotivasi oleh Amien Rais yang selalu berbagi dan dapat bermanfaat bagi orang lain. Dari situ, beliau mulai berbisnis dan kini telah memiliki berbagai macam bisnis di berbagai bidang. Beliau memaparkan terdapat dua alasan dalam memulai suatu bisnis, yaitu landasan ideologis (religi) dan ingin mewujudkan mimpi. Menurut beliau, pekerjaan yang bisa diwariskan hanyalah bisnis. Pekerjaan merupakan pilihan setiap orang, tetapi hanya bisnis atau perusahaanlah yang suatu saat nanti dapat diwariskan.

Pembicara berikutnya yaitu Ibu Nurul yang juga menjelaskan mengenai bisnis franchise di bidang pendidikan. Prinsip yang dianut oleh beliau yaitu “Makin Kaya, Makin Sholeh”, semakin kita kaya maka kita seharusnya semakin bisa mengingat Sang Pencipta. Pembicara ke-6, Bapak Budi menjelaskan topik yang berbeda dengan pembicara lain, yaitu manajemen. Beliau menjelaskan mengenai managing culture shock ketika kita berada di luar negeri. Pembicara terakhir adalah Bapak Arianto yang menggeluti bidang perbankan. Beliau menjelaskan, hal penting yang harus dimiliki seseorang dalam hidupnya adalah jujur dan sikap yang baik. Selain itu terdapat tiga hal penting yang dijelaskan beliau, yaitu kita harus fokus, ber-passion serta semangat dalam bekerja.

Dari berbagai pemaparan pembicara, dapat diambil benang merah bahwa untuk memulai suatu bisnis, kita harus berani. Berani dalam berbagai hal, berani dalam memulai. Dengan adanya sharing ini, diharapkan dapat membuka pikiran mahasiswa JTETI mengenai bisnis dan dapat termotivasi sehingga berani untuk memulai berbisnis sejak dini.