Aisya Nur Aulia – Infokom

Komitmen dan kekeluargaan adalah dua dari sekian banyak hal yang menjadi kunci eksistensi sebuah organisasi, dan sebuah organisasi yang tidak didasari oleh dua hal tersebut bukanlah organisasi yang baik. Visi dan tujuan awal organisasi tidak akan berjalan dengan baik, dan bahkan mungkin akan terjadi perpecahan dalam organisasi ketika dua hal tersebut belum sepenuhnya dipahami oleh seluruh anggota. Dengan dasar inilah KMTETI menyelenggarakan event Upgrading I, yang diselenggarakan kemarin, 1 Maret 2014.

Event ini mengundang tiga pembicara yang tentunya sudah tidak asing bagi warga JTETI, yakni Ridwan Wicaksono, Farahiyah Syarafina dan Adientya Nur Prihantara. Masing-masing dari mereka menceritakan kesan dan pengalamannya selama menjadi pengurus di KMTETI, dan sekaligus pesan untuk para pengurus baru KMTETI. Fokus Upgrading I kali ini sendiri adalah perihal komitmen, profesionalitas, dan kekeluargaan.

Pembicara pertama, Ridwan Wicaksono, menyampaikan tentang pentingnya menjaga komitmen dalam sebuah organisasi. Menurut Ridwan, hal pertama yang dibutuhkan untuk menjadi seseorang yang berkomitmen adalah tujuan. Di sini, tujuan dapat dikatakan sebagai motivasi atau alasan yang kuat bagi seseorang untuk bergabung dalam sebuah organisasi. Tujuan yang memunculkan komitmen tadi nantinya akan menjadi dasar bagi kita untuk menentukan peran dalam berorganisasi. Ketika seseorang telah mengetahui perannya masing-masing, maka jalani peran itu dengan baik, dan tanamkan dalam diri kita bahwa kita harus konsisten, tetap berada di organisasi itu karena peran yang kita miliki, bukan menyerahkan kewajiban dari peran yang kita jalani ke orang lain. Selain itu, sebagai seorang mahasiswa yang cenderung aktif terkadang kita akan mengalami suatu permasalahan akan dua jadwal yang bersamaan. Tips yang disampaikan oleh Ridwan untuk menyikapi hal ini adalah, putuskan dimana peran kita lebih dibutuhkan. Tentukan di organisasi mana kita akan fokus, dan jalani peran kita dengan baik.

Pembicara kedua, Farahiyah Syarafina, menyampaikan tentang profesionalitas sebagai panggilan hati. Mengapa demikian? Ketika segala sesuatu dilakukan dengan dasar panggilan hati, maka pekerjaan tersebut akan terasa semakin ringan, sehingga kita melakukannya dengan bahagia atas kemauan diri sendiri. Fina juga berpendapat bahwa untuk menjadi pribadi yang profesional, kita harus menghargai tiga hal yaitu waktu, orang-orang di sekitar kita, dan sistem tempat kita berada. Selain itu, dijelaskan pula tentang makna sebenarnya tentang sebuah kekeluargaan. Kekeluargaan adalah saat dimana seluruh anggota sebuah organisasi merasakan kesulitan dan kebahagiaan bersama-sama, bukan sebatas “kongkow-kongkow”, atau pergi ke suatu tempat bersama-sama. Kekeluargaan juga berarti bahwa kesiapan kita sebagai anggota organisasi untuk selalu ada ketika anggota lainnya mengalami kesusahan.

Pembicara ketiga, Adientya Nur Prihantara, menceritakan pengalamannya ketika menjadi ketua KMTETI dan menjelaskan tentang pentingnya berorganisasi bagi masa depan, khususnya dalam bidang karir. Organisasi dapat dijadikan sebagai media self-branding dan menjadi bukti bagi skill yang kita miliki. Menjadi mahasiswa yang menyukai dan aktif di kegiatan keorganisasian bukan sebuah kerugian, walaupun mungkin manfaatnya tidak bisa dirasakan saat itu juga. Namun, bukan berarti kita bisa mengikuti semua organisasi, yang akhirnya malah menjadikan kita sebagai anggota pasif yang menjadikan organisasi itu sebagai “embel-embel”. Tetap tentukan tujuan dan alasan kita untuk mengikuti sebuah organisasi, apa yang ingin kita dapatkan dari organisasi itu, dan output yang kita harapkan setelah menjadi bagian di dalamnya.