Telinga merupakan salah satu alat indera yang memiliki peranan penting bagi manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Namun, tanpa disadari banyak kebiasaan maupun aktivitas yang dapat menyebabkan kemampuan menangkap suara yang masuk ke telinga menjadi berkurang. Kebiasaan menggunakan benda di telinga (contohnya headset), ketidakteraturan dalam membersihkan telinga, penggunaan alat pembersih telinga yang tidak benar, hingga berbagai hal lainnya dapat menyebabkan kebersihan dan kesehatan telinga terganggu. Keberadaan alat pembersih telinga yang sudah ada saat ini seperti cotton budear candle, dan earpick lamp masih memiliki beberapa kelemahan dalam hal keamanan dan kenyamanan. Oleh karena itu Tim PKM-K (Program Kreativitas Mahasiswa – Kewirausahaan) Inearpick yang diketuai oleh Dani Widya Tantri (Teknologi Informasi/2011) dan beranggotakan Mardiyah Rahmah Tanjung (Teknologi Informasi/2011), Issara Okvia Dita (Teknik Industri/2012) , Lina Nofita E E (Teknologi Informasi/2012), dan Irawan Yusa Harjanto (Teknik Elektro/2012) berinisiatif untuk membuat inovasi alat pembersih telinga yang lebih aman dan nyaman bernama “Inearpick (Innovative Ear Pick)”.

Saat ini produk Inearpick tersedia dalam dua varian warna yaitu pink dan biru. Produk ini terbuat dari bahan acrylic yang sangat ringan, kuat dan tahan lama. Produk Inearpick design sedemikian rupa agar nyaman dan aman digunakan serta tidak meninggalkan partikel produk didalam telinga. Dengan ujung yang berbentuk lingkaran dan terdapat lubang ditengahnya memudahkan pengguna alat ini untuk mengambil kotoran didalam telinga. Produk Inearpick ini juga memiliki panjang tangkai ujung yang disesuaikan dengan kedalaman lubang telinga orang dewasa untuk menghindari penggunaan terlalu dalam yang dapat merusak gendang telinga. Untuk saat ini, produk Inearpick dapat digunakan oleh remaja hingga orang dewasa.

Cara penggunaan Inearpick ini sangat mudah, pengguna cukup mendorong tangkai Inearpick keluar kemudian dimasukkan ke dalam telinga, tempelkan ujung Inearpick kedinding telinga bagian dalam lalu tarik keluar kotoran telinganya. Sebelum dimasukkan ke dalam telinga kembali, pengguna harus membersihkan kotoran dalam tangkai Inearpick agar tidak masuk kembali ke dalam telinga. Setelah penggunaan selesai, pengguna harus mencuci tangkai Inearpick dengan air dan mengeringkan produk Inearpick sebelum disimpan untuk digunakan kembali. Inearpick ini dapat digunakan berulang kali dan disarankan untuk tidak digunakan secara bergantian dengan orang lain.

“Produk Inearpick ini sangat besar peluang usahanya dan tentunya sangat prospektif, karena belum banyak orang yang melirik bidang inovasi alat pembersih telinga seperti ini” jelas Avrin Nur Widiastuti selaku dosen pembimbing Tim PKM-K Inearpick.

“Target terdekat kami yaitu melakukan perluasan wilayah pemasaran produk Inearpick ke luar Jogja dan memunculkan varian baru” kata Dani untuk menutup perbincangan.

 

Sumber: Inearpick (Innovative Ear Pick), Solusi Pembersih Telinga Hasil Kolaborasi Mahasiswa JTETI dan JTMI UGM