Divisi Informasi dan Komunikasi Keluarga Mahasiswa Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Unviersitas Gadjah Mada (KMTETI FT UGM) menggelar acara talkshow jurnalistik bertajuk JournARTlism 2019 di Ruang E6 Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) FT UGM pada Sabtu (19/10) lalu.

JournARTlism yang tahun ini mengangkat tema “Digital Media: A Timeproof Concept” dilatarbelakangi oleh munculnya fenomena disrupsi, dimana media konvensional mulai tergeser oleh media digital. “Untuk itu, diperlukan konten-konten digital yang timeproof atau dengan kata lain tak lekang oleh waktu,” demikian disampaikan Dhimas Aji Suryakusuma dalam sambutannya selaku Ketua Pelaksana Journartlism 2019. Pihak DTETI FT UGM, yang diwakili oleh Dr. Eng. Silmi Fauziati, S.T., M.T., juga menyampaikan mengenai pentingnya menjadi kreator dengan konten-konten berkualitas dan terpercaya.

Tidak tanggung-tanggung, pembicara yang dihadirkan dalam acara ini pun berasal dari tiga media besar, yakni Muhammad Misrad (founder MICE Cartoon), Gagah Adamas Setiawan (Kepala Biro NET Mediatama Yogyakarta), dan Rean Aqila (ilustrator Mojok.co).

JournARTlism 2019 terbagi atas dua segmen yang dimoderatori oleh Alvianaka Febriantoro, Menteri Media dan Propaganda Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM KMFT) UGM. Segmen pertama dengan subtema Confronting the Digital Disruption mengambil fokus mengenai bagaimana cara sebuah media menghadapi disrupsi digital. Gagah Adamas memaparkan bahwa disrupsi di era industri 4.0 sangat menggerus jumlah tenaga kerja.  Untuk itu, media harus lebih kreatif dan adaptatif dalam menghadapi perubahan. “Orang yang bisa bertahan bukanlah orang yang kuat, tapi orang yang mampu beradaptasi dengan cepat,” tambah beliau.

Memasuki segmen kedua, bahasan semakin menarik dengan topik Creating A Timeless Content. Konten memang merupakan inti dari sebuah media. Namun nyatanya, media sekelas Mojok pun pernah mengalami krisis ide. Sebagaimana diceritakan Rean Aqila, ide dari konten Mojok berasal dari sesuatu yang simple, dekat, dan terkait dengan emosi. Hal-hal yang jauh seperti masalah politik, juga dapat dikemas sebagai konten yang dekat dengan netizen.

“Intinya sebagai content creator kita harus berani. Mulai saja terlebih dahulu,” tegas Muhammad Misrad dalam closing statement yang ia sampaikan di akhir segmen kedua.

Acara Journartlism 2019 kemudian ditutup pada pukul 14.45 WIB, ditandai dengan penyerahan sertifikat serta souvenir oleh ketua pelaksana kegiatan kepada moderator dan pembicara.

 

Yogyakarta, 28 Oktober 2019

 

 

Latifah Dewi Purwitasari